ShoutMix chat widget

Mau Invo Lainnya?
Click aja disini---> Invo 1t1 abu jundan

Click here for Myspace Layouts

Haram Memilih Pemimpin Sekular (Cover)

⊆ Senin, Juni 08, 2009 by Abu Jundan | ˜ 0 komentar »


Assalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

Pembaca yang budiman, sadar atau tidak, dalam berpolitik saat ini masyarakat yang mayoritas Muslim sudah lama melepaskan ikatan-ikatan ruhiahnya. Hukum-hukum syariah tidak lagi dianggap sakral. Halal-haram tidak lagi menjadi pedoman. Pahala dan dosa sudah lama ditanggalkan. Yang ada hanyalah manfaat-madarat, untung-rugi, dan siapa mendapat apa.

Tidak aneh jika di tingkat elit, misalnya, koalisi antartokoh dan antarparpol pijakannya bukan lagi agama/ideologi, tetapi sekadar bagi-bagi kue kekuasaan. Itu berlaku baik bagi tokoh/parpol sekular ataupun tokoh/parpol Islam. Di tingkat akar rumput tak jauh beda. Saat mereka dihadapkan pada Pemilu, misalnya, pertimbangan hal-haram sudah lama dicampakkan.

Baik elit politik maupun masyarakat secara umum juga seolah tidak paham, bahwa kepemimpinan selalu terkait dengan dua hal: pemimpin dan sistem yang digunakan untuk memimpin. Sayangnya, karena kesadaran politik umat yang rendah, mereka tidak bisa menangkap hal ini. Sekularisme sukses membius mereka untuk melupakan segala hal yang berbau kritikan dan gugatan terhadap sistem yang ada. Mereka lalu digiring ke alam bawah sadar, bahwa yang dibutuhkan sekarang cukup pergantian pemimpin.

Terkait dengan itu, Pemilu Presiden sebentar lagi digelar. Dengan menganggap kepemimpinan hanya menyangkut sosok pemimpin, masyarakat lagi-lagi bakal memilih para penguasa sekular; para penguasa yang tidak akan mau menerapkan syariah Islam. Jelas, karena ketiga pasangan calon presiden-wapres yang ada tidak satu pun yang mengusung syariah Islam. Haruskah hal ini setiap kali berulang?

Tentu tidak! Saatnya umat bangkit! Saatnya umat sadar, bahwa hanya kepemimpinan Islamlah (baik menyangkut sosok maupun sistemnya) yang bakal mewujudkan setiap harapan.

Itulah tema utama al-Wa’ie edisi kali ini. Selamat membaca!

Wassalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.


0 Responses to Haram Memilih Pemimpin Sekular (Cover)

= Leave a Reply